Makalah Global warming
Mata Kuliah : Penyehatan Udara A
Dosen : Djoko Purwoko,SKM.,M.Kes
MAKALAH GLOBAL WARMING
Nur Fitrah
PO714221181095
DIV/IIIB
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI D.IV
2020
Kata pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena telah berkat rahmat dan karunia-Nya, makalah tentang Pemanasan Global yang penulis buat ini dapat diselesaikan sesuai batasan waktunya. Dan semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin.
Tersusunnya makalah ini adalah berkat dorongan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ucapkan terimakasih. Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimmt maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.
Sebagai akhir kata, penulis berharap semoga makalah tentang Pemanasan Global ini dapat bermanfaat untuk proses pembelajaran khususnya dan bagi para pembaca umumnya.
Makassar, 15 - Oktober - 2020
Nur Fitrah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kompetensi dasar fisika tentang Pemanasan Global. Makalah ini membahasa tentang Pemanasan Global (Global Warming).
Menurut berbagai penelitian, pada saat ini suhu di permukaan bumi sudah menunjukkan peningkatan yang sangat drastis yaitu sekitar 0,6°C yang terjadi dalam satu abad terakhir. Peningkatan yang terbilang dan terlihat kecil, namun dampak pemanasan global sangat besar bagi Bumi dan kehidupan di Bumi. Dalam gejala-gejala atau tanda-tanda terjadinya pemanasan global dapat kita amati dan rasakan. Gejala-gejala pemanasan globaladalah pergantian musim yang sulit kita prediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang yang memutih, dan banjir dan kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.
Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai penyebab atau faktor-faktor terjadinya pemanasan global. Menurut para ahli bahwa pemanasan permukaan Bumi terjadi karena meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer yang merangkap panas, tidak hanya itu, ada banyak lagi penyebab terjadinya pemanasan global. Pemanasan Global itu sendiri belum menemukan titik terang dalam penanggulannya. Disini penulis berusaha meneranngkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi menyepurnakan topic yang dibicarakan.
B. RumusanMasalah
1. Apa proses terjadinya Pemanasan Global ?
2. Apakah penyebab dari terjadinya Pemanasan Global ?
3. Apa dampak yang diakibatkan dari Pemanasan Global ?
C. Tujuan
1. Mengetahui proses terjadinya Pemanasan Global
2. Mengetahui penyebab dari Pemanasan Global
3. Mengetahui dampak dari Pemanasan Global
D. Manfaat
Makalah ini bermanfaat sebagai penunjang untuk materi pembelajaran dan juga untuk mengetahui penyebab terjadinya Pemanasan Global, dampak dari pemasan global bagi kehidupan di bumi serta hal hal yang dapat mengurangi Pemanasan Global dimuka bumi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pemanasan Global
Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata atmosfer bumi yang mempengaruhi iklim di bumi. Contoh pengaruh meningkatnya suhu atmosfer bumi terhadap iklim antara lain, berkurangnya jumlah es di kutub karena mencair, meningkatnya permukaan air laut, perubahan arah angin musiman, pergeseran musim, dan lain sebagainya.
B. Proses Terjadinya Pemanasan Global
Pemanasan global diawali dari cahaya matahari yang menyinari bumi, panas yang dihasilkan cahaya matahari akan diserap oleh bumi tetapi hanya sebagian saja sedangkan yang tidak di serap akan di kembalikan lagi ke luang angkasa (atmosfir). namun karena di atmosfir banyak gas penyebab efek rumah kaca seperti gas sulfur dioksida SO2, gas karbon dioksida (CO2), dan metana, uap air dan masih banyak lagi menyebabkan panas matahari tidak dapat keluar dari permukaan bumi dan terperangkap sehingga panas matahari akan memantul ke bumi lagi. Hal itu terjadi secara terus – menerus setiap hari. Semakin banyak panas matahari yang masuk ke bumi maka semakin banyak gas yang tidak dapat dikembalikan k atmosfir menyebabkan bumi semakin panas. inilah yang disebut dengan pemanasan global atau global warming.
C. Penyebab terjadinya Pemanasan Global
1. Efek Rumah Kaca
Pengertian sebenarnya rumah kaca adalah bangunan mirip tenda yag terbuat dari bahan sejenis kaca untuk menciptakan lingkungan yang selalu hangat bagi tanaman tertentu, sekalipun pada musim dingin. Cara kerjanya adalah membuat panas matahari yang masuk ke rumah kaca terperangkap di dalam rumah kaca tersebut. Efek rumah kaca pada planet bumi merupakan efek pemanasan atmosfer bumi yang mirip dengan cara kerja rumah kaca terhadap tanaman tersebut.
Energi panas sinar matahari yang sampai ke bumi sekitar 30% dipantulkan lagi ke atmosfer. Dari sejumlah ini sebagian kecil dipantulkan kembali ke bumi. Di atmosfer terdapat gas-gas tertentu yang memiliki sifat menyerap dan memantulkan energi panas matahari dalam bentuk sinar inframerah. Jika kadar gas-gas tersebut meningkat maka pantulan energi panas ke bumi juga meningkat sehingga meningkatkan suhu atmosfer bumi.
Pengertian efek rumah kaca adalah peristiwa meningkatnya suhu atmosfer bumi karena panas matahari yang dipantulkan bumi terperangkap oleh gas-gas tertentu di atmosfer. Gas-gas yang memerangkap panas matahari yang dipantulkan oleh bumi tersebut disebut gas-gas rumah kaca.
Efek rumah kaca adalah proses atmosfer menghangatkan planet. efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan ke permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas di atmosfer, sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan Bumi. Efek rumah kaca memiliki manfaat bagi makhluk hidup di Bumi, namun jika berlebihan berbahaya kehidupan di Bumi karena dapat mempengaruhi dan mengganggu iklim.
2. Meningkatnya Gas Rumah Kaca
Gas-gas memiliki sifat yang memerangkap panas, sehingga panas yang terpantul dari permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke cahaya akibat dari gas tersebut, gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca. Gas yang paling berperan adalah karbon dioksida (CO2). penyebab meningkatnya karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar batu bara, pembakaran minyak bumi, pembakaran gas alam.
Contoh Gas-Gas Rumah Kaca
Molekul-molekul gas pada atmosfer bumi yang terdiri dari tiga atom atau lebih disebut gas-gas rumah kaca karena dapat menangkap energi inframerah sinar matahari yang dipantulkan bumi sehigga meningkatkan suhu atmosfer bumi. Gas-gas rumah kaca antara lain air (H2O), ozon (O3), karbon dioksida (CO2), dan metana (CH4). Juga dalam kadar kecil, chloro-fluoro-carbon (CFC) mempengaruhi efek rumah kaca.
3. Penggunaan CFC yang Tidak Terkontrol
CFC atau Cloro Flour Carbon adalah bahan kimia yang digabungkan menjadi sebuah bahan untuk memproduksi peralatan, terkhusus pada peralatan rumah tangga. CFC terdapat pada kulkas dan AC.
4. Polusi Kendaraan berbahan bakar bensin
Kendaraan memberikan penyebab terbesar dalam terjadi pemanasan global. Polusi yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar bensin seperti motor, mobil dan kendaraan lainnya dimana dari hasil pembuangannya menghasilkan gas karbon dioksida yang berlebihan. Gas karbon dioksida merupakan penyebab utama terjadinya pemanasan global karena karbon dioksida adalah gas yang memerangkap panas sehingga tidak dapat keluar ke angkasa.
5. Polusi Metana oleh Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan
Gas metana menempati urutan kedua sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global. Gas metana dapat berasal dari bahan-bahan organik yang kekurangan oksigen dari hasil pemecahan bakteri seperti di persawahan, sedangkan pada peternakan, seperti usus hewan ternak, meningkatnya produksi hewan ternak maka meningkatnya pula gas metana yang dilepaskan ke permukaan bumi.
6. Pengrusakan Hutan
Hutan berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen, jika hutan rusak akibat dari penebangan dan pembakaran, maka yang terjadi adalah jumlah karbon dioksida yang diserap oleh hutan sedikit, dan semakin banyak karbon yang berkumpul di atmosfer yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.
7. Pemboroson Energi Listrik
Energi listrik sebagian besar kita gunakan adalah hasil pembakaran dari pembakaran minyak bumi dan batu bara, dimana hasil pembakaran tersebut menghasilkan karbon dioksida
8. Populasi Kendaraan yang Terus Meningkat
Meningkatnya jumlah kendaraan maka karbon dioksida pun yang dihasilkan dari kendaraan tersebut akan bertambah banyak dan tentu saja menimbulkan pemanasan global.
9. Pembakaran Sampah Secara Berlebihan
Pembakaran sampah berlebihan yang dilakukan secara massal akan menyebabkan terjadinya pemanasan global karena dari hasil pembakaran sampah tersebut adalah gas metana, yang dapat memerangkap panas.
D. Dampak Pemanasan Global
1. Perubahan Cuaca dan Iklim
Meningkatnya suhu permukaan Bumi dalam kurun waktu satu abad terakhir telah mengubah cuaca dan iklim diberbagai wilayah Bumi, terutama di daerah Kutup Utara. Dampak Pemanasan Global terhadap perubahan iklim adalah sebagai berikut…
• Gunung-gunung es akan mencair, dan akan lebih sedikit es yang terapung di laut
• Di Daerah subtropis, bagian pegunungan yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta salju akan lebih cepat mencair. Melelehnya es di Puncak Jayawijaya, Papua, merupakan fenomena yang menegaskan bahwa telah terjadi peningkatan suhu di Indonesia.
• Air tanah akan lebih cepat menguap sehingga beberapa daerah menjadi lebih kering dari pada sebelumnya.
• Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem; terjadi hujan ekstrem atau kekeringan ekstrem di berbagai wilayah
• Angin akan bertiup lebih kencang dengan pola berbeda sehingga akan terbentuk angin puting beliung.
• Curah hujan akan meningkat dan badai akan sering terjadi
2. Kenaikan Permukaan Laut
Perubahan tinggi permukaan laut akan memengaruhi kehidupan di pantai. Dampak Kenaikan Permukaan laut adalah sebagai berikut..
• Jika kenaikan permukaan air laut sekitar 100 cm, maka wilayah Belanda akan tenggelam 6%, banglade 17,5%, dan banyak pula-pulau yang hilang. di Indonesia akan banyak pulau yang akan tenggelam sekitar 405.000 hektar daratan indonesia tenggelam di garis pantai 81.000 kilometer.
• Jika mencapai muara sungai, akan terjadi banjir akibat air pasang di daratan
• Pengaruh kenaikan air laut akan cepat terlihat dari ekosistem pantai. Daerah rawa-rawa pantai semakin meluas.
3. Menurunnya Hasil Pertanian
Pemanasan global berdampak pada pertanian. Banyak produk pertanian, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang bergantung pada musim dan iklim. Dampak perubahan iklim akibat pemanasan global terhadap ketahanan pangan, antara lain sebagai berikut…
• Kekeringan di wilayah pertanian yang mengakibatkan tanaman pertanian rusak
• Banjir di wilayah pertanian akan merendam tanaman pertanian yang mengakibatkan gagal panen.
• Kerawanan pangan akan meningkat di wilayah yang rawan bencana kering dan banjir
• Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan hama dan penyakit yang meningkat populasinya akibat perubahan iklim
4. Pengaruh Terhadap dan Tumbuhan
Selain, manusia, hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang akan terkena dampak pemanasan global. Hewan dan tumbuhan yang tidak dapat beradaptasi akan punah. Kepunahan spesies organisme akan mengurangi keanekaragaman hayati. Jika banyak organisme yang punah, ekosistem menjadi tidak stabil. Gejala-gejala kepunahan yang dapat diamati saat ini, antara lain adalah sebagai berikut..
• Populasi penguin di daerah antartika menurun sekitar 30% dalam 25 tahun terakhir karena berkurangnya habitat
• Populasi beruang kutub di kutub utara menurun karena kesulitan mendapatkan makanan akibat berkurangnya lapisan es.
• Berkurangnya koral di ekosistem laut akibat meningkatnya keasaman air laut. Air laut menjadi asam jika banyak karbon dioksida yang terlarut. Meningkatnya keasaman air laut menurunkan jumlah ion karbonat yang menyusun koral
• Berkurangnya luas hutan mangrove sehingga mengganggu kehidupan di daerah pesisir pantai karena gelombang pasang dan banjir sering terjadi, serta sulitnya ketersediaan air bersih.
5. Pengaruh Terhadap Kesehatan Manusia
Dampak pemanasan global menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim dapat berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Dampak pemanasan global terhadap kesehatan manusia adalah sebagai berikut…
• Meningkatnya kasus alergi dan penyakit pernapasan karena udara yang lebih hangat memperbanyak polutan, seperti spora jamur dan serbuk sari tumbuhan.
• Meluasnya penyebaran penyakit. Sebagai contoh, DBD dan malaria adalah penyakit tropis yang saat ini telah menyebar ke daerah subtropis. Penyebabnya adalah suhu di udara subtropis yang saat ini menjadi lebih hangat sehingga patogen dapat berkembang biak di daerah subtropis.
• Meningkatnya penyakit infeksi, yang semula menginfeksi hewan kemudian dapat menginfeksi manusia. Contohnya adalah flu burung dan flu babi.
• Meningkatnya kasus orang meninggal akibat penyakit yang dipicu oleh cuaca panas, misalnya stress, stroke, dehidrasi, jantung dan ginjal.
BAB III
PENUTUP
G. Kesimpulan
Pemanasan Global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama manusia. Fenomena ini diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya dirasakan juga oleh manusia. Maka dari itu, untuk mengatasi Pemanasan Global ini diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk di selesaikan saat ini. Pemanasan Global memang sulit diatasi , namun kita bisa mengurangi efeknya. Penangguangan hal ini adalah dimulai dari diri kit sendiri terhadap kehidupan bumi di masa depan.
H. Saran
Kita harus menjaga kelestarian bumi kita agar dapat mengurangi pemanasan global. Dengan cara yang sederhana pun sebenarnya kita telah membantu mengurangi pemanasan global. Contohnya lebih memilih naik sepeda untuk ke warung yang jaraknya dekat dengan rumah, mematikan listrik yang tidak digunakan & menanam pohon. Hal hal kecil inilah justru dianggap sepele oleh sebagian orang. Jika kebiasaan ini terus menerus dilakukan maka akan membuat pemanasan global semakin parah.
Komentar
Posting Komentar